DAMPAK PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PADA MASYARAKAT



DAMPAK PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PADA MASYARAKAT

          Perkembangan teknologi pada dasarnya bertujuan untuk makin mempermudah segala kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Hubungan antar manusia yang berjauhan letaknya dapat dipermudah dengan adanya telepon atau elektronik mail yang lazim disebut e-mail. Dengan adanya alat peralatan komunikasi yang makin canggih atau modern maka beberapa kelompok masyarakat dari beberapa negara dapat berinteraksi dengan mudah dan hal ini tentu akan membawa dampak yang satu terhadap yang lain. Budaya masyarakat disuatu negara akan lebih mudah diketahui dan bahkan ditiru oleh bangsa lain. Hal ini tentu akan berakibat pada adanya perubahan nilai budaya pada masyarakat tertentu. Orang yang sering melihat terjadinya tindak kekerasan yang dilakukan oleh orang lain melalui layar televisi-salah satu produk kemajuan teknologi elektronika-suatu ketika kemungkinan besar dapat terpengaruh dan melakukan hal-hal seperti yang ia lihat itu. Budaya sebagian masyarakat Amerika mungkin saja ditiru dan menjadi pedoman bagi sebagian masyarakat Indonesia.
            Sebagai contoh pengaruh perkembangan teknologi terhadap masyarakat ialah adanya penemuan mesin uap oleh James E. Watt (1736-1819) seorang ahli teknik atau insinyur bangsa Skotlandia. Gagasan tentang sebuah mesin yang digerakkan oleh uap telah diperkenalkan oleh Hero dari Inkandaria (Alexandria) pada abad ke-2 namun tidak ada tindak lanjutnya. Dalam eksperimennya Watt mengadakan perubahan-perubahan atas mesin-mesi yang pernah ada. Mesin uapnya yang pertama selesai dibuat pada tahun 1769 dan terus disempurnakannya hingga tahun 1774 ia berhasil membuat mesin uap yang dapat memasok daya pada peralatan pabrik seperti mensin pintal dan mesin bubut.
            Perkembangan teknologi pada mesin uap tersebut ternyata membawa dampak pada industri yaitu lahirnya industrialisasi dengan menggunakan mesin. Dengan diciptakannya mesin-mesin yang terbuat dari besi di Inggrid pada tahun 1780 telah terjadi suatu fenomena yang disebut “revolusi industri” dibidang pertekstilan.
            Sebelum terjadinya revolusi industri, barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakat telah diproduksi oleh anggota masyarakat sendiri secara “industri rumahan”. Artinya alat-alat atau barang-barang yang diperlukan dibuat oleh suatu keluarga mula-mula untuk mereka pergunakan sendiri, misalnya alat-alat dapur, alat-alat pertanian perabot rumah tangga. Pembuatan tekstil juga masih diusahakan oleh masing-masing keluarga untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Setelah kebutuhan mereka terpenuhi barang-barang yang dibuat tersebut sebagian diperdagangkan, artinya dijual kepada para pedagang yang kemudian dibawa oleh mereka ke luar daerah untuk dijual kepada masyarakat yang membutuhkannya.
            Ikut sertanya para pedagang dalam usaha industri rumahan ini kemudian membuat para produsen barang-barang terikat pada para pedagang. Produsen menjual barang-barangnya kepada pedagang yang telah mereka kenal. Dalam hubungan ini para pedagang menentukan syarat-syarat tertentu, misalnya produsen tidak boleh menjual produknya kepada pedagang lain, sedangkan harganya ditentukan oleh pedagang tersebut. Untuk memperbesar usaha para pedagang memberikan pinjaman modal dengan bunga tertentu. Akibatnya, para produsen makin terikat pada pedagang hingga akhirnya para pemilik modal menguasai usaha industri rumahan tersebut. Dalam berjalanya waktu permintaan akan barang-barang hasil industri rumahan makin besar. Hal ini menyebabkan para pemilik modal mengubah sistem produksi dari industri rumahan menjadi sistem pabrik. Bila dalam industri rumahan seorang bekerja dari awal hingga akhir proses produksi, maka dalam pabrik seseorang hanya melakukan sebagian dari proses produksi. Jadi disini terjadi perubahan dalam organisasi pekerjaan, yaitu perubahan dari pekerjaan perorangan menjadi pekerjaan kelompok. Perubahan ynag terjadi pada akhir abad ke-18 ini, menghasilkan mekanisasi dan berdirinya pabrik-pabrik dan mengakibatkan terbentuknya lapisan masyarakat baru yakni pemilik modal dan pekerja atau buruh.       

Comments

Popular posts from this blog

MAKAN BACACAPAN ASAM KEBIASAAN UNIK URANG BANJAR

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PADA ABAD KE-20